Tuesday, October 26, 2010

Tunaikan Kewajiban

4 Nov 2010 merupan tarikh yang dinanti-nanti oleh warga Kelantan terutamanya warga DUN Galas, tarikh itu juga dinanti-nanti oleh seruruh rakyat Malaysia yang prihatin terhadap sistem pemerintahan [katanya demokrasi] di Malaysia.

Tarikh itu juga merupakan penentu bagi siapakah yang akan menjadi Tok Wakil warga galas ke Dewan Undangan Negeri. Yang akan menjadi wakil membela nasib warga Galas.

Oleh yang demikian itu, bagi warga Galas, jadikan tarikh itu sebagai penentu memilih Tok Wakil yang betul-betul prihatin rakyat yang benar-benar membela nasib rakyat dan bukannya Tk Wakil yang mengaut keuntungan dan yang hanya membela kroni sahaja. Penentunya adalah terletak ditangan warga Galas samaada memilih seorang wakil yang kita maklumi akan tokoh dan keikhlasannya ataupun serang wakil yang hanya berjuang untuk perut dan kroni.

Harapan kita semga warga Galas tidak akan tertipu dengan dakyah dan kebendaan yang dilaburkan oleh wakil suku sakat yang dibibir membela nasib rakyat tapi hakikatnya menjuah maruah dan bangsa sendiri, rakyat sudah cerdik dapat menilai yang mana baik dan yang mana buruk.

Selamat Menunaikan Kewajiban Sebagai Pemilih.

Thursday, August 19, 2010

PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN

Para sahabat RA membahagi waktu dalam setahun ini menjadi dua bahagian, enam bulan menjelang Ramadhan, mereka sibuk untuk melakukan persiapan menjelang Ramadhan, enam bulan setelah Ramadhan mereka gunakan untuk memohon pada Allah agar amal ibadah di bulan Ramadhan tersebut bernilai dan diterima oleh Allah.
Untuk itu pula kita kaum Muslimin sudah selayaknya bersiap-siap pula di dalam melakukan penyambutannya.

1. Jadikan kedatangan bulan Ramadhan selalu menjadi saat yang sangat khusus. Kita berikan persiapan khusus dalam menyambut kedatangannya seolah-olah kita tidak akan pernah lagi bertemu dengannya pada tahun hadapan.

2. Kita perbaharui niat dan komitmen kita masing-masing. Kita muhasabah kembali,apa yang sudah kita lakukan setahun yang lalu Kita berniat untuk menjadikan bahwa Ramadhan tahun ini haruslah lebih baik dari tahun lalu dan menjadi Ramadhan yang terbaik dalam umur hidup kita.

3. Untuk itulah mulai saat ini kita harus menjagai diri dari apa pun yang Allah haramkan. Kita kurangi menonton tayangan hiburan yang melenakan kita baik melalui media TV, radio, internet ataupun yang lainnya. Tidak perlu kita menonton TV sampai larut malam. Lebih baik kita isi dengan membaca Al-Qur-an atau berzikir. Bagaimana mungkin kita membiarkan malam-malam kita diisi dengan tidur sedangkan Allah menyiapkan sepertiga malam terakhir menjadi saat yang disukai Allah.

4. Usahakanlah untuk mulai shaum (menahan diri) dari apa pun yang tidak disukai Allah. Allah Maha Melihat perjuangan kita. Kita harus berupaya agar Allah Yang Maha Menyaksikan benar-benar melihat diri kita menjadi orang yang bersiap-siap menyambut jamuan Allah.

5. Mulai saat ini, hindari telinga kita dari sesuatu yang tidak layak kita dengar. Bahkan kita hadirkan bacaan-bacaan (tilawah) al Qur-an di samping kita isi digital player kita dengan al-Qur-an.

6. Dari budaya mendengarkan, kita tingkatkan menjadi budaya membaca. Bukankah besar pahala yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang membaca al Qur-an.Pastikan kemana-mana sahaja al Qur-an selalu tidak lupa menjadi barang yang tidak lupa untuk kita bawa. Kalau belum biasa membaca al Qur-an, kita tanamkan dalam diri kita bahwa Ramadhan tahun ini untuk kursus membaca al Qur-an. Yang sudah biasa membaca, kita niatkan untuk mengkhatamkannya, insya Allah. Bahkan keluarga kita pun kita latih untuk berinteraksi dengan al Qur-an. Pokoknya kita jadikan slogan diri kita, Tiada hari tanpa al Qur-an. kerana di bulan mulia inilah, al Qur-an yang suci dan mulia diturunkan.

kita tidak akan pernah berjumpa dengan kemudahan keampunan kecuali di bulan Ramadhan ini. Sebanyak dan semelimpah manapun dosa kita, sungguh Allah menjanjikan keampunan-Nya di bulan ini. Kalau kita merasa berat hidup karena lumuran dosa dan maksiat, maka ketahuilah keampunan Allah di bulan Ramadhan lebih dahsyat daripada dahsyatnya dosa-dosa kita. Kalau kita merasa gersang dan kering, maka Ramadhan adalah bulan yang paling cepat untuk mendapatkan rahmat-Nya. Kalau kita dililit hutang piutang, maka Allah adalah Zat Maha kaya yang menjanjikan terkabulnya doa-doa hamba yang merayu kepadaNya

sangat rugi andai kita tidak bergembira ria, tidak bersemangat dalam menghadapi hidup ini. Ramadhan diawali dengan adzan Maghrib berkumandang, maka itulah saat syaitan dibelenggu, dimulainya hitungan pahala amal yang berbeZa, dibukanya pintu-pintu syurga, ditutupnya pintu-pintu neraka. Maka sudah selayaknya kita harus bersungguh-sungguh berharap agar Allah menjamu kita dengan menyiapkan diri jadi orang yang layak dijamu oleh Allah.

Tuesday, August 17, 2010

Mubarak ho Ramzaan

Mubarak ho Ramzaan
Ae chand unko mera paigam kehna
khusi ka din or hasi ki dham kehna
jab wo dekhe bahar aa k to unko meri taraf se
Mubarak ho Ramzaan Kehna


Ramzaan ka mubarak mahina
Ramzaan ka mubarak mahina,
Allah ki ibaadat ka mahina
Mohabbat uss mabood ki,
Ahmiyat uss khudai ilm ki..
Yahi hai rah-e-khudai ka mahina..
Ramzaan ka mubarak mahina..


Happy Ramadan ALLAH KE 99 NAAM
IBADAT KA SATH
ALLAH KA KALAM BHOOK PYAS KA EHSAS
INAAM HI INAAM
HAPPY RAMADAN

Tuesday, August 10, 2010

6 perkara yang ALlah SWT sembunyikan

Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :

* Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalamAl-Quran.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat
(yang lima waktu).
* Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam
semua hari.

Semoga kita mendapat berkat daripada ilmu ini. Wallahualam

Ahlan wa sahlan, marhaban ya Ramahan kareem

Dear All,




BISMILLA-HIRRAHMA- NIRRAHIYM






Mata kadang salah melihat....

Mulut kadang salah berucap....

Hati kadang salah menduga.....

Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada....


===== Mohon Maaf Lahir dan Bathin ======



MARHABAN YAA RAMADHAN

Assalaamu'alaikum wr.wb..

Marhaban ya Ramadhan,
Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah,

Sungguh cantik kain plekat, dipakai orang pergi ke pekan.
Puasa Ramadhan semakin dekat, silap dan salah mohon dimaafkan

Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.

Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
saya mohon maaf lahir dan bathin....

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,

Marhaban Ya Ramadhan

Allaahumma baariklanaa fi Sya'ban wa ballighnaa Ramadhan
Aminn.

" Do'a Malaikat Zibril Menjelang Ramadhan "
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
* Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
* Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA


SEMOGA KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN OPTIMAL, AAMIN.


Wassalamu'alaikum Wr Wb,


Thursday, August 5, 2010

Kisah unta bercakap

Share

Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan.

Maka ia pun mengangkatkan kepalanya mengadah ke langit seraya berkata, “Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu.”

Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, “Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini.”
Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, “Hai unta, milik siapakah engkau ini ?”
Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, “Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta.”

Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, “Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Taala menjadikan unta ini dapat bercakap perkara yang benar.”

Jawab orang Muslim itu, “Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca selawat ke atas engkau sepuluh kali.”

Rasulullah s.a.w bersabda, “Engkau telah selamat dari hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari seksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca selawat untukku.”

Sabar atau mengeluh atas musiba

Share

HADIS QUDSI

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Di waktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

“Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati.”

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, “Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini.”

Abu Hassan bertanya, “Bagaimana hal yang merisaukanmu ?”

Wanita itu menjawab, “Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, “Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?”

Jawab adiknya, “Baiklah kalau begitu ?”

Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua.”

Lalu Abul Hassan bertanya, “Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?”

Wanita itu menjawab, “Tiada seorang pun yang dapat membezakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeza. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka.”

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan teladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadis Qudsi,:

” Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya.”

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda: ” Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang.”

Dan sabdanya pula, ” Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka.” (Riwayat oleh Imam Majah)

Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.