Friday, June 19, 2015

salam ramadhan kareem

Salam ramadhan kareem,semoga ramadhan Kali akan bertambah kualitinya satu tahun-tahun lepas.

Monday, April 8, 2013


    • Biawak , Badwi dan Rasulullah 

suatu hari, Nabi sedang duduk bersama para sahabat... pada saat itu, lalu seorang Badwi yang baru pulang dari berburu.. di bahunya ada seekor biawak ( Dhab ) .. ada riwayat menceritakan Badwi itu meletakkan biawak itu di dalam lengan baju... maka Badwi ini kehairanan melihat orang mengerumi Rasulullah.. beliau bertanya " siapakah yang dikerumun itu ? " maka mereka menjawab " itulah Nabi Muhammad saw " lalu tanpa berlengah, beliau terus mencelah dan terus berada di hadapan Rasulullah.. Badwi ini berkata sambil menunjukkan tangannya ke arah Rasulullah " dalam banyak-banyak orang, engkau paling aku benci... kalau tidak kerana sahabat2 aku, aku dah bunuh kamu " Saidina Umar bangun dan lantas berkata " saya bunuh dia ya Rasulullah " lalu Rasulullah berkata kepada sahabatnya, Saidina Umar " Wahai Umar, tidakkah engkau tahu bahawa orang yang lemah lembut itu hampir-hampir diangkat menjadi nabi " Rasulullah bertanya kepada Badwi ini " apa yang menyebabkan kamu datang ke sini.. kamu tidak hormat aku kerana kamu berada di majlis aku... " Badwi itu lantas berkata " aku tidak akan beriman dengan kamu selagi biawak ini tidak beriman kepadamu " .. Badwi ini melepaskan biawak tersebut dan biawak itu segera melarikan diri... lalu Rasulullah memanggil biawak tersebut " Wahai Dhab, mari sini " maka biawak itu berpatah balik menuju keadaan Rasulullah sambil berjalan dengan penuh sopan dan tunduk " Wahai Dhab , kamu sembah siapa...?? " lantas biawak mengangkat kepalanya lalu menjawab " aku sembah Allah, yang dilangit ada arasyNya, yang di bumi ada kerajaanNya, yang di laut ada jalanNya, yang di syurga ada rahmat dan kasih sayangNya dan di neraka itu ada seksa dan azabNya " 

lalu Rasulullah bertanya lagi " Man Ana ( siapa aku ) ?? " lalu biawak itu menjawab " anta Rasulullah (kamu Rasulullah ) .. tiada Tuhan melainkan Allah dan kamu Muhammad utusan Allah " 

melihat keajaiban ini, Badwi itu lantas  berkata " selama ini aku mecari alasan untuk membenci kamu namun kini aku mempercayai kamu " Badwi ini memeluk Islam dan mengucap dua kalimah syahadah.... lalu Badwi ini bertanya pada Rasulullah " Ya Rasulullah, aku sudah Islam... apa yang patut aku buat sekarang..?? " lalu Rasulullah berkata " tidak diterima Islam melainkan dengan sembahyang dan tidak diterima sembahyang melainkan al-Quran "  mengajarnya surah al-Ikhlas padanya... Badwi ini bertanya " adakah ini sahaja Ya Rasulullah? " Rasulullah menjawab " kamu baca sekali seperti kamu membaca 1/3 al-Quran, dua kali seperti 2/3 al-Quran dan 3 kali seperti seluruh al-Quran " lalu Rasulullah bertanya kepada para sahabat " ada siapa-siapa akan beri hadiah kepada sahabat kita ini ? " maka berlumba-lumbalah para sahabat menginfaqkan harta mereka kepada Badwi ini... sehinggalah dari tiada apa-apa penuh dengan harta " lalu bangun Abdul Rahman Bin Auf sambil berkata " Ya Rasulullah, bolehkah aku berikan unta aku.. unta aku ini tidak lah tinggi sangat.. tidaklah rendah sangat... unta aku ini paling terbaik.. dan paling banyak2 unta aku, unta ini paling laju " maka Rasulullah membalas " Wahai Abdul Rahman, engkau menceritakan perihal unta kamu kepada aku.. izinkan aku menceritakan bagaimana unta yang kamu dapat di syurga nanti... unta kamu itu lehernya diperbuatnya batu yakuk warna hijau... badannnya diperbuat dari yakuk berwarna biru... badannya amat2 cantik... di saat kamu menunggangnya ketika melintasi titian sirat .. unta itu akan berlari sepantas kilat... orang yang melihat kamu akan merasa cemburu " lalu Abdul Rahman menjawab " aku tidak meminta lebih dari itu.. sekarang juga aku pergi ambil "

Badwi itu pun membawa balik harta yang diberikan oleh para sahabat sambil menunggang unta yang diberikan Abdul Rahman .. apabila sampai, beliau terkejut melihat kaumnya berkumpul seramai 1000 orang sedang bersedia untuk pergi membunuh Rasulullah ... lalu Badwi itu meminta kaumnya bersabar dan menceritakan apa yang berlaku tadi... mendengar cerita itu, kesemua kaum yang berkumpul itu masuk Islam melalui tangan Badwi itu.. mereka pun pergi menuju Rasulullah ... Rasulullah tidak sempat membetulkan selendang dan terkejut dengan pengislaman 1000 orang ...

Sollu Alan Nabi.... 

Wallahu Alam

    Biawak , Badwi dan Rasulullah

    suatu hari, Nabi sedang duduk bersama para sahabat... pada saat itu, lalu seorang Badwi yang baru pulang dari berburu.. di bahun...ya ada seekor biawak ( Dhab ) .. ada riwayat menceritakan Badwi itu meletakkan biawak itu di dalam lengan baju... maka Badwi ini kehairanan melihat orang mengerumi Rasulullah.. beliau bertanya " siapakah yang dikerumun itu ? " maka mereka menjawab " itulah Nabi Muhammad saw " lalu tanpa berlengah, beliau terus mencelah dan terus berada di hadapan Rasulullah.. Badwi ini berkata sambil menunjukkan tangannya ke arah Rasulullah " dalam banyak-banyak orang, engkau paling aku benci... kalau tidak kerana sahabat2 aku, aku dah bunuh kamu " Saidina Umar bangun dan lantas berkata " saya bunuh dia ya Rasulullah " lalu Rasulullah berkata kepada sahabatnya, Saidina Umar " Wahai Umar, tidakkah engkau tahu bahawa orang yang lemah lembut itu hampir-hampir diangkat menjadi nabi " Rasulullah bertanya kepada Badwi ini " apa yang menyebabkan kamu datang ke sini.. kamu tidak hormat aku kerana kamu berada di majlis aku... " Badwi itu lantas berkata " aku tidak akan beriman dengan kamu selagi biawak ini tidak beriman kepadamu " .. Badwi ini melepaskan biawak tersebut dan biawak itu segera melarikan diri... lalu Rasulullah memanggil biawak tersebut " Wahai Dhab, mari sini " maka biawak itu berpatah balik menuju keadaan Rasulullah sambil berjalan dengan penuh sopan dan tunduk " Wahai Dhab , kamu sembah siapa...?? " lantas biawak mengangkat kepalanya lalu menjawab " aku sembah Allah, yang dilangit ada arasyNya, yang di bumi ada kerajaanNya, yang di laut ada jalanNya, yang di syurga ada rahmat dan kasih sayangNya dan di neraka itu ada seksa dan azabNya "

    lalu Rasulullah bertanya lagi " Man Ana ( siapa aku ) ?? " lalu biawak itu menjawab " anta Rasulullah (kamu Rasulullah ) .. tiada Tuhan melainkan Allah dan kamu Muhammad utusan Allah "

    melihat keajaiban ini, Badwi itu lantas berkata " selama ini aku mecari alasan untuk membenci kamu namun kini aku mempercayai kamu " Badwi ini memeluk Islam dan mengucap dua kalimah syahadah.... lalu Badwi ini bertanya pada Rasulullah " Ya Rasulullah, aku sudah Islam... apa yang patut aku buat sekarang..?? " lalu Rasulullah berkata " tidak diterima Islam melainkan dengan sembahyang dan tidak diterima sembahyang melainkan al-Quran " mengajarnya surah al-Ikhlas padanya... Badwi ini bertanya " adakah ini sahaja Ya Rasulullah? " Rasulullah menjawab " kamu baca sekali seperti kamu membaca 1/3 al-Quran, dua kali seperti 2/3 al-Quran dan 3 kali seperti seluruh al-Quran " lalu Rasulullah bertanya kepada para sahabat " ada siapa-siapa akan beri hadiah kepada sahabat kita ini ? " maka berlumba-lumbalah para sahabat menginfaqkan harta mereka kepada Badwi ini... sehinggalah dari tiada apa-apa penuh dengan harta " lalu bangun Abdul Rahman Bin Auf sambil berkata " Ya Rasulullah, bolehkah aku berikan unta aku.. unta aku ini tidak lah tinggi sangat.. tidaklah rendah sangat... unta aku ini paling terbaik.. dan paling banyak2 unta aku, unta ini paling laju " maka Rasulullah membalas " Wahai Abdul Rahman, engkau menceritakan perihal unta kamu kepada aku.. izinkan aku menceritakan bagaimana unta yang kamu dapat di syurga nanti... unta kamu itu lehernya diperbuatnya batu yakuk warna hijau... badannnya diperbuat dari yakuk berwarna biru... badannya amat2 cantik... di saat kamu menunggangnya ketika melintasi titian sirat .. unta itu akan berlari sepantas kilat... orang yang melihat kamu akan merasa cemburu " lalu Abdul Rahman menjawab " aku tidak meminta lebih dari itu.. sekarang juga aku pergi ambil "

    Badwi itu pun membawa balik harta yang diberikan oleh para sahabat sambil menunggang unta yang diberikan Abdul Rahman .. apabila sampai, beliau terkejut melihat kaumnya berkumpul seramai 1000 orang sedang bersedia untuk pergi membunuh Rasulullah ... lalu Badwi itu meminta kaumnya bersabar dan menceritakan apa yang berlaku tadi... mendengar cerita itu, kesemua kaum yang berkumpul itu masuk Islam melalui tangan Badwi itu.. mereka pun pergi menuju Rasulullah ... Rasulullah tidak sempat membetulkan selendang dan terkejut dengan pengislaman 1000 orang ...

Saturday, March 9, 2013







Mudah jer..:)

IMAM SYADAD BIN AUS berkata:"kematian adalah sesuatu yg paling menakutkan bagi mukmin di dunia dan akhirat.Maut lebih sakit drp digunting,digergaji dan dimasak dlm periuk.Andaikata mereka yg telah meninggal dibangkitkan dan memberikn khabar kpd mereka yg masih hidup,nescaya tidak ada orang yg memperhatikan kehidupan dan tidak ada orang yang dapat tidur".

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya....

1. Dunia itu racun,zuhud itu ubatnya.
2. Harta itu racun,zakat itu ubatnya.
3. Perkataan yang sia-sia itu racun,zikir itu ubatnya.
4. Seluruh umur itu racun,taat itu ubatnya.
5. Seluruh tahun itu racun,Ramadhan itu ubatnya.

Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat.

Dia selalu dihina dikatakan najis. Juga dikatakan Jelmaan Syaitan.Juga dikatakan malaun. Tak kurang mengatakan dia gila isim.Tapi diamati org yang mengata kepadanya bukanlah ustaz jauh sekali ulama' yang banyaknya mereka sendiri tidak mempunyai peribadi mulia maka tahulah aku...tapi apakah salahnya orang yang aku panggil Tuan Guru ini?

Apa kesalahan beliau...???

Adakah akibat memimpin rakyat Kelantan dengan syiar Islam???? Adakah akibat memerintah Kelantan lebih 20 tahun dan x pernah disabitkan dengan salahguna wang kerajaan...

Kalu itu salah nya orang itu perlu menyedarkan diri dari diperbodohkan

 ISTRI SOLEHA

"Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri solehah"
(HR.Muslim, Nasai, Ibnu Majah)

--------
@[284065898387868:1:TAHUKAH KAMU "MENGAPA PERCOBAAN MEDIS SERING MEMAKAI TIKUS?] selengkapnya baca di @[284065898387868:274:Unik dan Keren]



9 waktu mustajab untuk menasihati anak.

‎
9 Waktu Mustajab untuk menasihati anak...
‎

\

Dia selalu dihina dikatakan najis. Juga dikatakan Jelmaan Syaitan.Juga dikatakan malaun. Tak kurang mengatakan dia gila isim.Tapi diamati org yang mengata kepadanya bukanlah ustaz jauh sekali ulama' yang banyaknya mereka sendiri tidak mempunyai peribadi mulia maka tahulah aku...tapi apakah salahnya orang yang aku panggil Tuan Guru ini?

Apa kesalahan beliau...???

Adakah akibat memimpin rakyat Kelantan dengan syiar Islam???? Adakah akibat memerintah Kelantan lebih 20 tahun dan x pernah disabitkan dengan salahguna wang kerajaan...

Kalu itu salah nya orang itu perlu menyedarkan diri dari diperbodohkan pemimpin mereka yang mementingkan fulus....

Ya ALLAH,hindarilah tok guru kami dari fitnah-fitnah dari golongan ini..!

Ameen.. Takbir!!

Tulisan @Mohd Fahmi

Thursday, March 7, 2013

Al Imam As Syeikh Muhammad Mutawalli As Sya'rawi


Kisah Yang Sangat Mengagumkan Berkenaan Syeikh Mutawalli Sya'rawi Rahimahullah

Pada masa dahulu, suatu muktamar Islami yang menghimpunkan para ulama' muslimin telah dijalankan dalam tempoh selama seminggu. Syeikh Sya'rawi adalah di antara tokoh ulama' Mesir yang dijemput untuk meghadiri muktamar tersebut. 

Pada hari pertama muktamar, Syeikh Sya'rawi telah melihat pada diri pengerusi muktamar tersebut yang juga merupakan seorang ulama' suatu perubahan besar dari segi keilmuannya dan makrifah yang tidak ada pada masa-masa sebelumnya. Lalu, syeikh bangun menuju ke podium dan berkata, "Aku akan mengajukan suatu soalan kepada kamu dan aku inginkan jawapannya. Soalannya ialah : Ke manakah perginya air mandian jasad Rasulullah SAW?". Iaitu yang dimaksudkan beliau ialah air yang digunakan ketika dimandikan jenazah Baginda SAW.

Akan tetapi apabila soalan itu diajukan, tidak ada sesiapa yang menjawabnya. Semua orang senyap dan berdiam diri kerana tidak tahu akan jawapannya. Pengerusi muktamar itu juga merasa sangat terkejut dengan soalan tersebut dan mengatakan dalam dirinya, "Bagaimana aku tidak mengetahui akan jawapan soalan ini?". Lalu beliau mengambil jalan keluar daripada persoalan ini dengan mengatakan, "Berikan kami peluang masa, kami akan jawab soalan kamu pada pertemuan esok insyaAllah".

Maka beliau pun pulang ke rumahnya dan tidak melakukan apa-apa selain daripada terus memasuki perpustakaan khasnya untuk mencari, meneliti dan membelek kitab-kitab bagi mencari jawapan kepada persoalan itu. Beliau telah menghabiskan masa yang lama dalam pencariannya, hingga diselubungi keletihan dan akhirnya terlelap tidur di atas kitab yang dibacanya.

Ketikamana ulama' itu tidur, Rasulullah SAW telah datang bertemunya dalam mimpi dan bersama baginda seorang lelaki yang memegang sebuah lampu pelita. Maka dengan segera beliau menuju kepada Rasulullah SAW dan bertanya, "Ya Rasulullah, ke manakah perginya air mandian jasadmu?". Lalu Baginda SAW mengisyaratkan kepada lelaki pemegang lampu pelita yang berada di sisinya (supaya menjawab soalan itu). Kemudian lelaki itu pun menjawab, "Air mandian Rasulullah SAW menyejat naik ke langit dan kemudian turun ke bumi dalam bentuk hujan. Setiap titisannya yang jatuh ke bumi, dibina di tempat itu masjid".
Maka, terjagalah beliau daripada tidurnya dalam keadaan yang sangat gembira kerana telah mengetahui jawapan kepada persoalan tersebut.

Keesokkan harinya, pengerusi muktamar itu hadir untuk hari kedua dan menunggu persoalan yang telah dilontarkan oleh Syeikh Sya'rawi untuk diutarakan semula. Akan tetapi syeikh tidak bertanya. Di hujung muktamar pada hari kedua, akhirnya beliau bangun dan berkata kepada syeikh Sya'rawi, "Kelmarin kamu telah bertanyakan satu soalan. Adakah kamu ingin mengetahui jawapannya?".
Syeikh berkata : "Adakah kamu mengetahui jawapannya?".
Beliau menjawab : "Ya".
Syeikh bertanya : "Maka ke manakah perginya air mandian Rasulullah SAW?".
Beliau menjawab : "Air mandian Rasulullah SAW menyejat naik ke langit dan kemudian turun ke bumi dalam bentuk hujan. Setiap titisannya yang jatuh ke bumi, dibina di tempat itu masjid".
Syeikh bertanya lagi : "Bagaimana kamu mengetahuinya?".
Beliau menjawab : "Rasulullah SAW telah datang kepadaku dalam mimpi (memberitahukan jawapannya)".
Syeikh berkata : "Bahkan seorang lelaki yang memegang lampu pelita yang menjawab kepada kamu".

Maka ulama' itu terus merasa terperanjat dan terpegun, lalu bertanya, "Bagaimana kamu mengetahui perkara itu?".
Lalu Syeikh Sya'rawi menjawab bahawa beliaulah lelaki yang memegang lampu pelita yang berada di sisi Rasulullah SAW dalam mimpi ulama' itu.
Peristiwa ini telah memberikan kesan yang cukup mendalam kepada para hadirin dalam muktamar tersebut dan memeranjatkan semua orang. Hal ini menunjukkan kedudukan maqam yang tinggi beliau di sisi Allah Taala dan RasulNya.

~kisah ini diceritakan sendiri oleh ulama' yang menjadi pengerusi muktamar itu.

Link : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=530726123616640&set=a.270920149597240.64256.245273512161904&type=1&ref=nf
Kisah Yang Sangat Mengagumkan Berkenaan Syeikh Mutawalli Sya'rawi Rahimahullah

Pada masa dahulu, suatu muktamar Islami yang menghimpunkan para ulama' muslimin ...telah dijalankan dalam tempoh selama seminggu. Syeikh Sya'rawi adalah di antara tokoh ulama' Mesir yang dijemput untuk meghadiri muktamar tersebut.

Pada hari pertama muktamar, Syeikh Sya'rawi telah melihat pada diri pengerusi muktamar tersebut yang juga merupakan seorang ulama' suatu perubahan besar dari segi keilmuannya dan makrifah yang tidak ada pada masa-masa sebelumnya. Lalu, syeikh bangun menuju ke podium dan berkata, "Aku akan mengajukan suatu soalan kepada kamu dan aku inginkan jawapannya. Soalannya ialah : Ke manakah perginya air mandian jasad Rasulullah SAW?". Iaitu yang dimaksudkan beliau ialah air yang digunakan ketika dimandikan jenazah Baginda SAW.

Akan tetapi apabila soalan itu diajukan, tidak ada sesiapa yang menjawabnya. Semua orang senyap dan berdiam diri kerana tidak tahu akan jawapannya. Pengerusi muktamar itu juga merasa sangat terkejut dengan soalan tersebut dan mengatakan dalam dirinya, "Bagaimana aku tidak mengetahui akan jawapan soalan ini?". Lalu beliau mengambil jalan keluar daripada persoalan ini dengan mengatakan, "Berikan kami peluang masa, kami akan jawab soalan kamu pada pertemuan esok insyaAllah".

Maka beliau pun pulang ke rumahnya dan tidak melakukan apa-apa selain daripada terus memasuki perpustakaan khasnya untuk mencari, meneliti dan membelek kitab-kitab bagi mencari jawapan kepada persoalan itu. Beliau telah menghabiskan masa yang lama dalam pencariannya, hingga diselubungi keletihan dan akhirnya terlelap tidur di atas kitab yang dibacanya.

Ketikamana ulama' itu tidur, Rasulullah SAW telah datang bertemunya dalam mimpi dan bersama baginda seorang lelaki yang memegang sebuah lampu pelita. Maka dengan segera beliau menuju kepada Rasulullah SAW dan bertanya, "Ya Rasulullah, ke manakah perginya air mandian jasadmu?". Lalu Baginda SAW mengisyaratkan kepada lelaki pemegang lampu pelita yang berada di sisinya (supaya menjawab soalan itu). Kemudian lelaki itu pun menjawab, "Air mandian Rasulullah SAW menyejat naik ke langit dan kemudian turun ke bumi dalam bentuk hujan. Setiap titisannya yang jatuh ke bumi, dibina di tempat itu masjid".
Maka, terjagalah beliau daripada tidurnya dalam keadaan yang sangat gembira kerana telah mengetahui jawapan kepada persoalan tersebut.

Keesokkan harinya, pengerusi muktamar itu hadir untuk hari kedua dan menunggu persoalan yang telah dilontarkan oleh Syeikh Sya'rawi untuk diutarakan semula. Akan tetapi syeikh tidak bertanya. Di hujung muktamar pada hari kedua, akhirnya beliau bangun dan berkata kepada syeikh Sya'rawi, "Kelmarin kamu telah bertanyakan satu soalan. Adakah kamu ingin mengetahui jawapannya?".
Syeikh berkata : "Adakah kamu mengetahui jawapannya?".
Beliau menjawab : "Ya".
Syeikh bertanya : "Maka ke manakah perginya air mandian Rasulullah SAW?".
Beliau menjawab : "Air mandian Rasulullah SAW menyejat naik ke langit dan kemudian turun ke bumi dalam bentuk hujan. Setiap titisannya yang jatuh ke bumi, dibina di tempat itu masjid".
Syeikh bertanya lagi : "Bagaimana kamu mengetahuinya?".
Beliau menjawab : "Rasulullah SAW telah datang kepadaku dalam mimpi (memberitahukan jawapannya)".
Syeikh berkata : "Bahkan seorang lelaki yang memegang lampu pelita yang menjawab kepada kamu".

Maka ulama' itu terus merasa terperanjat dan terpegun, lalu bertanya, "Bagaimana kamu mengetahui perkara itu?".
Lalu Syeikh Sya'rawi menjawab bahawa beliaulah lelaki yang memegang lampu pelita yang berada di sisi Rasulullah SAW dalam mimpi ulama' itu.
Peristiwa ini telah memberikan kesan yang cukup mendalam kepada para hadirin dalam muktamar tersebut dan memeranjatkan semua orang. Hal ini menunjukkan kedudukan maqam yang tinggi beliau di sisi Allah Taala dan RasulNya.

~kisah ini diceritakan sendiri oleh ulama' yang menjadi pengerusi muktamar itu.

Link : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=530726123616640

Wednesday, February 27, 2013

Menyimpan Kuku dan Memakai Cincin.


Sekarang ni ramai yang pakai cincin....tapi ikut suka dia je...ramai yang dah tahu dosa pahala tapi ramai juga yang belum tahu. Untuk yang belum tahu maka tulisan Tok Wan ni untuk korunk. Yang dah tahu tu...Alhamdulillah.

Dikatakan bahawa menyimpan sebatang jari kuku yang panjang, dosanya sama seperti memelihara sekandang babi !!!!... (oppsskhinzir lembut sikit), jika kesemua jejari kita menyimpan kuku yang panjang.... bayangkanlah dosa yang telah kita tanggung untuk kesemua babi-babi tersebut..... potonglah kuku anda.

The Truth

Jangan ada niat simpan kuku panjang , walaupun hanya 1 mm atau pun hanya jari kelingking. Bagi orang Islam adalah tidak sesuai berkuku panjang atas apa alasan sekalipun kerana ia tidak membayangkan kesucian dan ia juga bukan budaya kita apatah lagi menggunakan tangan untuk beristinjak.

Orang Melayu (Islam) yang berkuku panjang biasanya mempunyai anak yang bodoh atau pun degil dan suka buat onar sebab diberi makan bahan kotor yang berada di kuku jari emaknya semasa menyediakan makanan seperti memerah santan kelapa, buat cokodok pisang, uli tepong, dll. Apa ilmu pun yang di ajar pun tak akan boleh diterima masuk ke dalam kepala.

Percayalah.

Untuk yang bujang beringat lah. Kalau hendak cari pasangan dan mahu anak yang pandai dan mendengar kata pilihlah wanita atau lelaki yang sentiasa berkuku pendek. Insya-Allah.

Additional info

Kuku panjang mempunyai sejenis kuman seperti yang terdapat dalam najis manusia, iaitu E-Coli. Kuman tersebut tidak akan hilang walaupun kita mencuci tangan dengan sabun. Oleh itu, sentiasalah berkuku pendek untuk kesihatan dan kebersihan diri sendiri. Ini tak termasuk korek taik hidung, telinga dan sewaktu dengannya..

Nasihat Nabi Muhammad Saw. kepada Saidina Ali kwj. sesudah bernikah dengan Siti Fatimah iaitu anakanda kesayangan Baginda, Nabi Muhammad Saw. berpesan kepada Saidina Ali iaitu kalau memakai cincin pakailah di jari;

1] jari manis
2] jari kelingking (anak jari)

dan jangan memakai pada jari;

1] jari tengah
2] jari telunjuk

Nabi Muhammad saw. melarang kerana memakai cincin pada jaritelunjuk dan jari tengah adalah meniru cara berhias kaum yang dilaknat oleh Allah iaitu kaum yang derhaka di zaman Nabi Lut a.s.

Perhatian

Cara memakai cincin adalah termasuk lelaki atau pun perempuan.

p/s: saudara dan saudari, sila nasihatkan kawan-kawan dan juga saudara-mara ataupun anak-anak tentang kaedah yang betul untuk berhias di dalam syariat Islam, kalau tidak sia-sia saja kita mendapat laknat dari Allah Swt. Nabi saw. memakai cincin dan kalau kita memakai cincin dengan niat mengikut sunnah Nabi saw. senang je kita dapat pahala.

Adapun tentang jari mana yang hendak didahulukan ketika memotong kuku, al-Imam Ibn Hajar al-'Asqalani (10/345) menyebut:

لم يثبت في ترتيب الأصابع عند القص شيء من الأحاديث .... وقد أنكر ابن دقيق العيد الهيئة التي ذكرها الغزالي ومن تبعه وقال : كل ذلك لا أصل له ، وإحداث استحباب لا دليل عليه ، وهو قبيح عندي بالعالم ، ولو تخيل متخيل أن البداءة بمسبحة اليمنى من أجل شرفها فبقية الهيئة لا يتخيل فيه ذلك . نعم ، البداءة بيمنى اليدين ويمنى الرجلين له أصل وهو (كان يعجبه التيامن)

Maksudnya: "Tidak thabit dalam tertib jari-jari ketika memotong kuku sesuatu hadithpun... Ibn Daqiq al-'Ied telah mengingkari bentuk (memotong kuku) yang telah disebut oleh al-Ghazali dan orang yang mengikutnya, dengan berkata: "Semua cara-cara itu tidak ada asalnya, dan untuk mengatakan ia suatu yang digalakkan, ianya suatu yang tidak ada dalilnya, ia merupakan suatu yang tercela di sisiku, sekiranya seseorang menggambarkan, cara memotong kuku dimulakan dengan jari telunjuk tangan kanan disebabkan kemuliaannya, maka jari-jari yang lain, dia tidak akan dapat menentukannya dengan cara itu. Ya! memulakan dengan yang kanan samaada tangan ataupun kaki itu ada asalnya, kerana Nabi S.A.W. suka memulakan sesuatu dengan sebelah kanan."

Salam Ukhuwah..~
Sekarang ni ramai yang pakai cincin....tapi ikut suka dia je...ramai yang dah tahu dosa pahala tapi ramai juga yang belum tahu. Untuk yang belum tahu maka tulis...an Tok Wan ni untuk korunk. Yang dah tahu tu...Alhamdulillah.

Dikatakan bahawa menyimpan sebatang jari kuku yang panjang, dosanya sama seperti memelihara sekandang babi !!!!... (oppsskhinzir lembut sikit), jika kesemua jejari kita menyimpan kuku yang panjang.... bayangkanlah dosa yang telah kita tanggung untuk kesemua babi-babi tersebut..... potonglah kuku anda.

The Truth

Jangan ada niat simpan kuku panjang , walaupun hanya 1 mm atau pun hanya jari kelingking. Bagi orang Islam adalah tidak sesuai berkuku panjang atas apa alasan sekalipun kerana ia tidak membayangkan kesucian dan ia juga bukan budaya kita apatah lagi menggunakan tangan untuk beristinjak.

Orang Melayu (Islam) yang berkuku panjang biasanya mempunyai anak yang bodoh atau pun degil dan suka buat onar sebab diberi makan bahan kotor yang berada di kuku jari emaknya semasa menyediakan makanan seperti memerah santan kelapa, buat cokodok pisang, uli tepong, dll. Apa ilmu pun yang di ajar pun tak akan boleh diterima masuk ke dalam kepala.

Percayalah.

Untuk yang bujang beringat lah. Kalau hendak cari pasangan dan mahu anak yang pandai dan mendengar kata pilihlah wanita atau lelaki yang sentiasa berkuku pendek. Insya-Allah.

Additional info

Kuku panjang mempunyai sejenis kuman seperti yang terdapat dalam najis manusia, iaitu E-Coli. Kuman tersebut tidak akan hilang walaupun kita mencuci tangan dengan sabun. Oleh itu, sentiasalah berkuku pendek untuk kesihatan dan kebersihan diri sendiri. Ini tak termasuk korek taik hidung, telinga dan sewaktu dengannya..

Nasihat Nabi Muhammad Saw. kepada Saidina Ali kwj. sesudah bernikah dengan Siti Fatimah iaitu anakanda kesayangan Baginda, Nabi Muhammad Saw. berpesan kepada Saidina Ali iaitu kalau memakai cincin pakailah di jari;

1] jari manis
2] jari kelingking (anak jari)

dan jangan memakai pada jari;

1] jari tengah
2] jari telunjuk

Nabi Muhammad saw. melarang kerana memakai cincin pada jaritelunjuk dan jari tengah adalah meniru cara berhias kaum yang dilaknat oleh Allah iaitu kaum yang derhaka di zaman Nabi Lut a.s.

Perhatian

Cara memakai cincin adalah termasuk lelaki atau pun perempuan.

p/s: saudara dan saudari, sila nasihatkan kawan-kawan dan juga saudara-mara ataupun anak-anak tentang kaedah yang betul untuk berhias di dalam syariat Islam, kalau tidak sia-sia saja kita mendapat laknat dari Allah Swt. Nabi saw. memakai cincin dan kalau kita memakai cincin dengan niat mengikut sunnah Nabi saw. senang je kita dapat pahala.

Adapun tentang jari mana yang hendak didahulukan ketika memotong kuku, al-Imam Ibn Hajar al-'Asqalani (10/345) menyebut:

لم يثبت في ترتيب الأصابع عند القص شيء من الأحاديث .... وقد أنكر ابن دقيق العيد الهيئة التي ذكرها الغزالي ومن تبعه وقال : كل ذلك لا أصل له ، وإحداث استحباب لا دليل عليه ، وهو قبيح عندي بالعالم ، ولو تخيل متخيل أن البداءة بمسبحة اليمنى من أجل شرفها فبقية الهيئة لا يتخيل فيه ذلك . نعم ، البداءة بيمنى اليدين ويمنى الرجلين له أصل وهو (كان يعجبه التيامن)

Maksudnya: "Tidak thabit dalam tertib jari-jari ketika memotong kuku sesuatu hadithpun... Ibn Daqiq al-'Ied telah mengingkari bentuk (memotong kuku) yang telah disebut oleh al-Ghazali dan orang yang mengikutnya, dengan berkata: "Semua cara-cara itu tidak ada asalnya, dan untuk mengatakan ia suatu yang digalakkan, ianya suatu yang tidak ada dalilnya, ia merupakan suatu yang tercela di sisiku, sekiranya seseorang menggambarkan, cara memotong kuku dimulakan dengan jari telunjuk tangan kanan disebabkan kemuliaannya, maka jari-jari yang lain, dia tidak akan dapat menentukannya dengan cara itu. Ya! memulakan dengan yang kanan samaada tangan ataupun kaki itu ada asalnya, kerana Nabi S.A.W. suka memulakan sesuatu dengan sebelah kanan."